SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 TERJAMIN JAKARTA PUSAT

paket umroh bulan April 2015 terjamin jakarta pusat, andaikan awak merindukan sasaran membawa ibadah umrah di kira-kira kesempatan ini ,alangkah baiknya asalkan engkau start mengagau lembaga pelancongan umrah terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 terjamin jakarta pusat yakni lembaga travel yang memegang hal yang normal dan bertanggungjawab sehingga Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda ibadah

paket umroh bulan April 2015 terjamin jakarta pusat


Direktur Eksekutif Fox Indonesia, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng, rupanya telah diberi 'kekuasaan' oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. Sebab, sebelum proses lelang proyek P3SON Hambalang dilaksanakan, mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, harus menghadap dan meminta persetujuan Choel terlebih dulu. Dalam surat dakwaan Andi Mallarangeng yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Irene Putri, Wafid telah melakukan pertemuan dengan Choel, mantan Kepala Biro Perencanaan sekaligus bekas Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga serta Pejabat Pembuat Komitmen proyek P3SON Hambalang, Deddy Kusdinar, Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arief Taufiqurrahman, dan Staf Khusus Menpora, Muhammad Fakhruddin. Dalam pertemuan itu, Choel telah menanyakan kesiapan PT Adhi Karya melaksanakan lelang proyek Hambalang. "Dijawab oleh Arief kalau PT Adhi Karya sudah siap. Kemudian, Wafid bertanya kepada Choel apakah proyek P3SON Hambalang bisa dilelang, dan Choel mempersilakan," kata Jaksa Irene saat membacakan dakwaan Andi di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin. Wafid tunduk dan telah melakukan hal itu karena Choel adalah adik Andi. Dia juga harus meminta persetujuan Choel lantaran merupakan titah Andi setelah dilantik menjadi menteri. Sebab, beberapa hari setelah dilantik menjadi Menpora pada 21 Oktober 2009 lalu , Andi tiba-tiba membawa Choel ke Kemenpora dan memperkenalkannya kepada mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam. Peristiwa itu telah terjadi ruang kerja Andi. Saat itu, lanjut dia, Andi mengatakan Choel akan banyak membantu urusan di Kemenpora, sehingga jika Wafid butuh konsultasi supaya segera menghubungi Choel. "Padahal terdakwa telah mengetahui Choel bukanlah orang yang kompeten dan telah memiliki korelasi dengan program-program di Kemenpora," ujar Jaksa Irene.
saco-indonesia.com, LSM Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) telah mendasak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali terkait dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana haji. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman telah mengatakan, Suryadharma Ali juga harus mempertanggungjawabkan adanya dugaan penyelewengan pengelolaan dana haji yang saat ini sedang diselidiki KPK. "KPK juga harus memanggil Menteri Agama. Memanggil orang itu tidak harus bersalah. Tetapi, penanggungjawab tertinggi (pengelolaan dana haji) adalah Menteri. Menteri yang telah mengambil keputusan kepada siapa-siapa saja dana haji dikelola," kata Boyamin saat berbincang di Jakarta, Senin (10/2/2014). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sedang melakukan penyelidikan pengelolaan dana haji tahun anggaran 2012-2013. Untuk dapat menggali bukti adanya penyimpangan dana haji, KPK juga telah memeriksa anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Jazuli Juwaini. KPK juga membuka kemungkinan Suryadharma Ali akan dimintai keterangan. Menurut laporan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), telah ditemukan pengelolaan dana haji pada 2010 yang mencapai Rp40 triliun ditambah bunga Rp1 triliun. Suryadharma Ali lanjut Boyamin, harus bertanggungjawab terkait adanya dugaan penyimpangan pengelolaan dana haji. Pasalnya, tidak mungkin Suryadharma Ali tidak mengetahui adanya kebocoran dalam pelaksanaan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag). "Dalam konteks dugaan penyimpangan setoran, menurut saya kuat sekali mengarah ke Suryadharma Ali," tegasnya. Editor : Dian Sukmawati