SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 TERJAMIN BANDUNG

paket umroh bulan April 2015 terjamin bandung, andaikata kamu mengidamkan jangka mempraktikkan aktifitas haji plus di seluruh waktu ini ,alangkah baiknya bagi situ start melacak biro pelancongan umrah terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 terjamin bandung ialah biro travel yang menyandang tambo yang santun dan bertanggungjawab sehingga Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda

paket umroh bulan April 2015 terjamin bandung


BANDUNG, Saco-Indonesia.com — Demi mendapatkan stempel asli Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Bandung yang digunakan oleh tersangka pembuat surat palsu perintah sekte seks bebas, GL tega menganiaya ibu kandungnya yang juga bekerja di lingkungan Perpusda. "Tersangka GL ini memaksa dan memukuli ibunya untuk mendapatkan setempel Perpusda," kata Kepala Polrestabes Bandung Abdul Rakhman Baso di Mapolrestabes Bandung di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (3/6/2013). Abdul menambahkan, hubungan antara GL dan ibunya yang diketahui bernama Nunung Surtiwaliah memang tidak harmonis. "Meskipun dia (GL) tinggal bersama ibunya, hubungan mereka tidak pernah harmonis," ujarnya. Disinggung soal keterlibatan pihak atau individu lainnya, Abdul mengatakan belum menemukan adanya orang lain yang berkaitan dengan pemalsuan surat tersebut. Sementara ini, tersangka GL masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di Polda Jabar. "Sampai hari ini tersangka mengaku masih sendiri. Tapi kita akan lakukan pengembangan lebih lanjut, apakah ada keterkaitan dalam pemberian fee (bayaran) atau tidak," katanya. Diberitakan sebelumnya, Kepala Polrestabes Bandung Kombes Abdul Rakhman Baso menegaskan, Sekte Sex Bebas yang belakangan ramai diberitakan di media massa tidak pernah ada. Menurutnya, sekte tersebut hanya karangan yang dibuat salah satu tersangka berinisial GL yang bertujuan mencari keuntungan dengan cara memeras salah seorang pegawai Perpusda Kota Bandung berinisial PP atau GM. "Berkaitan sekte Sex Bebas, kita sudah tetapkan satu tersangka atas nama GL. Berdasarkan hasil penyelidikan, setelah kita geledah tempat pembuatan surat palsu tersebut yang seolah-olah dibuat oleh salah satu dinas di Pemkot Bandung, diketahui ternyata palsu," kata Abdul saat ditemui seusai gelar perkara di Mapolrestabes Bandung di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (3/6/2013). Lebih lanjut Abdul menambahkan, surat palsu berisi perintah menjalankan ritual seks bebas yang ternyata diberi cap asli dari Perpusda Kota Bandung itu dibuat di dua warnet berbeda, yaitu warnet miliknya dan warnet milik rekannya, AS, yang berlokasi di Jalan Caringin, Kota Bandung. "Surat perintah itu dikerjakan di suatu tempat dengan menyuruh orang, dan saksi yang kita periksa sebanyak 17 orang," katanya. Akibat terbitnya surat perintah palsu tersebut, Kepala Perpusda Kota Bandung Muhammad Anwar mengaku nama baiknya telah dicemarkan. Pasalnya, dalam surat tersebut terdapat tanda tangan Anwar. "Muhammad Anwar mengatakan tidak pernah menandatangani surat perintah tersebut. Surat perintah itu juga tidak pernah ada di register," paparnya. Akibat aksi nekatnya itu, GL terancam hukuman lebih dari 5 tahun penjara karena telah melanggar Pasal 263 dan atau 310 dan atau 311 KUHPidana.   Editor :Liwon Maulana Sumber:Kompas.com
saco-indonesia.com, Setelah polisi berhasil melakukan analisa dan evaluasi (Anev) tahun 2013, dengan nilai angka kriminalitas turun 12 persen namun masih ada kasus perampokan. Kali ini kantor pajak di Jl Jemursari Utara gang V nomor 11 Surabaya sekitar pukul 15.15 WIB telah didatangi oleh orang yang tak dikenal. Uang yang digondol oleh enam orang perampok itu merupakan insentif untuk pegawai setempat. Uang itu baru diambil dari Pemkot Surabaya pada Senin siang. Dan sesampai di kantor, uang langsung dirampas oleh pelaku perampokan bersenjata api dan senjata tajam tersebut. Untungnya, uang Rp 788.522.000 itu telah dipisah menjadi dua. Satu tas berisi Rp 380 juta, yang raib digasak perampok. Dan satu tas lain berisi uang Rp 408,522 juta masih aman karena berada di dalam mobil. ”Uang tersebut juga merupakan uang untuk insentif pegawai. Yakni insentif tiga bulanan,” jawab Isbaniah saat menjalani pemeriksaan di Polsek Wonocolo. Isbaniah dan beberapa saksi masih menjalani pemeriksaan di Polsek Wonocolo. Sebelumnya, petugas dari unit Identifikasi Polrestabes Surabaya sudah melakukan olah TKP beberapa saat setelah perampokan itu terjadi. ”Kita masih juga masih harus melakukan penyelidikan atas perkara ini. Selain untuk melakukan olah TKP, beberapa saksi juga masih untuk dimintai keterangan terkait peristiwa ini,” ungkap Kapolsek Wonocolo Kompol Naufil Hartono.