SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 MURAH MEDAN

paket umroh bulan April 2015 murah medan, misalnya kamu menginginkan arah menyelenggarakan ibadah umrah di seluruh sangkala ini ,alangkah baiknya menurut dikau mulai mengejar biro kunjungan umrah terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 murah medan merupakan travel travel yang menyandang tambo yang gagah dan bertanggungjawab sehingga Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda

paket umroh bulan April 2015 murah medan


NEW YORK,Saco-Indonesia.com - Salah satu fenomena alam yang mengagumkan adalah api abadi. Api abadi menyala sepanjang waktu, termasuk saat hujan, karena didayai oleh gas alam. Baru-baru ini, Arndt Schimmelmann, peneliti dari Indiana Universoty di Bloomington, mengungkap misteri terbentuknya salah satu api abadi paling mengagumkan di dunia, yakni api abadi di barat New York, tepatnya Chesnut Ridge Park, yang berdekatan dengan sebuah air terjun. Biasanya, api abadi didayai oleh gas yang terbentuk dari batuan kuno di lapisan dalam Bumi yang bersuhu tinggi hingga molekul karbon di dalamnya berubah menjadi gas. Gas menyesap keluar dan saat tersulut api membentuk api abadi. Namun, api abadi di New York ini berbeda. Schimmelmann mengungkapkan, api abadi di New York didayai oleh gas yang diproduksi oleh batuan yang suhunya jauh lebih rendah, cuma setara dengan secangkir teh. Perbedaan suhu batuan yang membentuk gas memberi petunjuk bahwa gas dihasilkan dengan proses berbeda. Schimmelmann menuturkan, pembentukan gas melibatkan katalis yang memercepat pengubahan molekul organik pada batuan menjadi gas. "Mekanisme pembentukan gas ini telah diajukan sejak bertahun-tahun lalu, namun belum ada yang meyakininya," kata Schimmelmann seperti dikutip Our Amazing Planet, Minggu (12/5/2013). "Kami berpikir ada mekanisme pembentukan gas yang berbeda di lokasi ini dan ini mungkin juga dijumpai di lokasi lain. Jika ini benar, maka gas bisa diproduksi secara alami di wilayah lain," imbuh Schimmelmann. Schimmelmann mengungkap misteri api abadi ini bersama rekannya, Maria Mastalerz dari Indiana Geological Survey serta Giuseppe Etiope, peneliti dari National Institutr of Geophysics and Vulcanology di Italia. Penelitin tak cuma mengungkap misteri api abadi ini, tetapi juga mengukur jumlah metana yang terbentuk secara alami dan menyesap keluar. Terungkap bahwa 30 persen metana terbentuk dari proses tersebut. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Marine and Petroleum Geology bulan Mei 2013 ini. Dengan proses pembentukannya yang berbeda, api abadi di New York sejauh ini menjadi api abadi paling unik di dunia. Sumber :ouramazingplanet Editor :Liwon Maul
saco-indonesia.com, Butuh uang Rp 500 ribu untuk dapat menggelar pesta tutup tahun, dua remaja yang berusia belasan tahun nekat menjambret mahasiwi, di Jalan Ciliwung, Bandung . Keduanya Doni yang berusia 18 tahun , dan Rido yang berusia 16 tahun , telah ditangkap oleh polisi lantaran terjatuh dari motor dengan nomor polisi d 3562 IB yang ditumpanginya. “ Kami juga telah mengamankan sepeda motor, HP BB, dan golok,“ kata Kapolsek Bandung Wetan Kompol Haryanto. Dijelaskanya, kedua tersangka telah melakukan kejahatan lantaran butuh uang Rp 500 ribu untuk dapat menggelar pesta malam pergantian tahun. Untuk dapat mempercepat perolehan uang, kedua remaja pun sepakat menjambret. Ketika korban Juliani, seorang mahasiwi yang telah melintas di jalan Cikapayang, keduanya langsung menjambret tas yang berisi uang, dan BB. “ Korban juga sempat berteriak, tersangka kabur , terjatuh, tubuhnya ketimpa motor. Polisi yang telah melintas langsung meringkusnya,“ ucap Kapolsek. Tersangka Rido, ketika ditanya mengaku, rencananya Hp itu akan dijual dan uangnya akan dipakai pesta. “ Kami juga hanya berencana, hasilnya, masuk penjara,“ kata dia, dengan nada tenang. Editor : Dian sukmawati