SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 EKONOMIS MAKASAR

paket umroh bulan April 2015 ekonomis makasar, andaikata sira menghajatkan haluan menghidupkan ibadah umrah di segenap jangka ini ,alangkah baiknya seandainya tuan sejak memecahkan biro pengembaraan umroh terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 ekonomis makasar yakni lembaga travel yang menyandang cerita yang baik dan bertanggungjawab sehingga Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda

paket umroh bulan April 2015 ekonomis makasar


saco-indonesia.com, Rendi Aripin alias Ujang Ipin yang berusia (30) tahun , tersangka dalam penggelapan sepeda motor, telah ditemukan tewas gantung diri di ruang tahanan Mapolsek Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat. Dia telah ditemukan dengan leher terjerat baju tahanan yang diikatkan ke jeruji besi. "Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan memakai baju tahanan yang dia pakai selama dalam proses penyidikan," kata Kapolsek Warungkondang, Kompol Samsa S. Menurut Samsa, kepolisian telah melakukan autopsi terkait penyebab kematian ini. Pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi tahanan dan petugas jaga. Sementara itu, Imas Liani yang berusia (32) tahun kakak kandung Ipin juga mengaku tidak menyangka adik bungsunya meninggal dengan cara bunuh diri. Pasalnya, siang hari sebelumnya Ipin masih dalam keadaan sehat. "Senin lalu, kami juga mendapatkan surat pemberitahuan dari Polsek Warungkondang, adik kami ditahan. Tapi, baru esok harinya saya menjenguk. Anehnya, selang beberapa jam saya pulang, saya telah mendapatkan kabar dari polsek bahwa adik saya meninggal bunuh diri," terangnya. Sebelum meninggal, jelas Imas, kepolisian telah memberitahukan adiknya untuk membuat surat wasiat. Namun, surat tersebut tidak diserahkan ke pihak keluarga hanya diperlihatkan. "Surat itu berisi permintaan pada keluarga untuk dapat merawat anaknya, tapi surat itu tidak diberikan pada kami, hanya diperlihatkan sekilas saja," ucapnya. Terkait hal itu, keluarga juga merasa ada kejanggalan dengan tewasnya Ipin. Lantaran, surat hasil otopsi belum diterima pihaknya. Oleh sebab itu, pihak keluarga juga berharap hasil otopsi tersebut diserahkan pada keluarga agar tidak menjadi pertanyaan. "Saya hanya meminta, kalaupun memang adik saya bunuh diri, tolong hasil otopsinya berikan ke kami. Jangan biarkan kami selalu bertanya-tanya," tandasnya. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melayangkan somasi kepada mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli terkait dalam pernyataan Rizal yang telah menyatakan bahwa jabatan Wapres Boediono adalah gratifikasi dari kasus Bank Century. Menanggapi hal itu, Rizal Ramli juga mengaku telah menyiapkan 200 lebih pengacara untuk dapat menghadapi somasi SBY itu. "Kami juga akan siapkan 200 lebih pengacara untuk somasi ini. Dalam suasana Indonesia yang pragmatis, transaksional ini, ratusan lawyer telah melawan kekuatan anti demokrasi secara sukrela dan juga telah memberi harapan kepada kami," kata Rizal di Gedung Juang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014). Rizal pun juga terkesan dengan pengacara yang ingin membelanya dalam melawan somasi SBY tersebut. Salah satu pengacara yang telah bergabung adalah Ahmad Rifai yang juga pengacara KPK. "Sangat mengagumkan dan mengharukan, ternyata banyak sekali lawyer-lawyer yang secara probono, sukarela, beramai-ramai bergabung untuk dapat memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia," tegasnya. Sekedar diketahui, selain Rizal Ramli, pengacara keluarga Presiden SBY, Palmer Situmorang juga telah melayangkan somasi kepada loyalis Anas Urbaningrum yang juga anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Sri Mulyono karena tulisannya di laman Kompasiana berjudul "Anas: Kejarlah Daku Kau Terungkap Editor : Dian Sukmawati saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melayangkan somasi kepada mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli terkait dalam pernyataan Rizal yang telah menyatakan bahwa jabatan Wapres Boediono adalah gratifikasi dari kasus Bank Century. Menanggapi hal itu, Rizal Ramli juga mengaku telah menyiapkan 200 lebih pengacara untuk dapat menghadapi somasi SBY itu. "Kami juga akan siapkan 200 lebih pengacara untuk somasi ini. Dalam suasana Indonesia yang pragmatis, transaksional ini, ratusan lawyer telah melawan kekuatan anti demokrasi secara sukrela dan juga telah memberi harapan kepada kami," kata Rizal di Gedung Juang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014). Rizal pun juga terkesan dengan pengacara yang ingin membelanya dalam melawan somasi SBY tersebut. Salah satu pengacara yang telah bergabung adalah Ahmad Rifai yang juga pengacara KPK. "Sangat mengagumkan dan mengharukan, ternyata banyak sekali lawyer-lawyer yang secara probono, sukarela, beramai-ramai bergabung untuk dapat memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia," tegasnya. Sekedar diketahui, selain Rizal Ramli, pengacara keluarga Presiden SBY, Palmer Situmorang juga telah melayangkan somasi kepada loyalis Anas Urbaningrum yang juga anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Sri Mulyono karena tulisannya di laman Kompasiana berjudul "Anas: Kejarlah Daku Kau Terungkap Editor : Dian Sukmawati