SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 EKONOMIS MADURA

paket umroh bulan April 2015 ekonomis madura, jika awak mengincar bulan-bulanan menerapkan kewajiban haji plus di semua masa ini ,alangkah baiknya senyampang saudara sejak membongkar-bongkar travel penjelajahan umrah terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 ekonomis madura yakni lembaga travel yang menyimpan berita yang molek dan bertanggungjawab sehingga Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda ibadah

paket umroh bulan April 2015 ekonomis madura


saco-indonesia.com, Keberanian anggota Kelompok Sadar Kamtibmas (KSK) Lintas Tomang ini patut diacungi jempol. Dede Iskandar yang berusia 24 tahun , telah berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor setelah membuat pencuri terjengkang dari motor curiannya lewat tendangannya. Peristiwa yang telah terjadi di Jalan Rawa Kepa Ujung, Jakarta Barat, Selasa (27/1) sekitar pukul 17:00 juga sempat membuat gempar masyarakat setempat. Namun sayang ketika pelaku akan diringkus, penjahat tersebut juga langsung mencabut senjata api dari pinggangnya. Karuan saja telah membuat Dede yang sehari-hari dipanggil Gudel ini telah memilih untuk kabur dengan sepeda motornya. “Saya ditodong senjata api ketika saya mau menangkapnya. Daripada saya ditembak saya langsung kabur saja,” ujar Gudel yang kabur sambil berteriak rampok. Pelaku yang menurut Gudel berperawakan sedang ini juga kabur menumpang motor Yamaha Mio warna putih rekannya yang mengiringinya dalam aksi kejahatan. Sementara motor Satria FU 150 F 4383 PI yang sempat dicuri pelaku ditinggalkan di jalan dengan kunci leter T yang masih menancap di stop kontak. Aksi penggagalan pencurian sepeda motor ini menurut pentolan KSK Lintas Tomang H. Nanang Kurniawan ini bermula dari pantulan jajaran KSK.lewat HT (Handy Talky). Dikabarkan sepeda motor Satria FU F 4383 PI milik Agus telah hilang di Jalan Gelong Baru Timur. Agus saat itu tengah memfoto copy di sebuah warung. Pantulan ini telah didengar Dede yang berada di Jalan Rawa Kepa Utama. “Saya lihat ada sepeda motor Satria FU seperti yang dipantulkan lewat. Saya juga minta ulang lagi nomor polisinya agar tak salah,” ujar pemilik call sign Ende 1 ini. Setelah mendapat jawaban bahwa memang motor yang sedang dicurigainya itu benar motor curian Dede langsung memepetnya lalu menendangnya di Jalan Rawa Kepa Ujung. Hal ini telah membuat pelaku terjengkang dari motor curiannya. Pelaku yang terjatuh langsung mencabut senjata api dan ditodongkan ke Dede. “Saya kira pelakunya sendiri. Tak taunya ada temannya yang ikut mengiringinya,” ujarnya. Sepeda motor yang gagal dicuri ini langsung diamankan ke Pos RW O13 dan selanjutnya dibawa oleh. petugas Polsek Tanjung Duren yang telah mengusut kejadian ini Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Perdebatan antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) kembali terekspose media. Kali ini persoalannya terkait dalam penyelesaian masalah banjir di Ibu Kota.   Pakar komunikasi politik Lely Arrianie, juga telah mengatakan jaman sekarang pemimpin yang tempramental memang tidak disukai. Namun, dia telah menilai pernyataan Ahok yang ceplas-ceplos sebenarnya tak bermaksud membuat perdebatan politik.   "Ahok itu cuma geregetan dan ucapan ceplas-ceplosnya tidak bermuatan politik. Tapi, Ahok juga harus interospeksi diri, dia juga mau cepet target tercapai, tapi jagan lupa kinerja dan politik itu harus sejalan," jelas Lely, Senin (3/2/3014) kemarin .   Menurut Ketua Program Pascasarjana Komunikasi Universitas Jaya Baya ini, dalam komunikasi politik ada tiga kategori sebuah bahasa yang mengandung pendekatan politik. Pertama substansi informasinya. Kedua, setting di mana informasi disebarkan dan karena fungsi yang dijalankan.   Dia pun juga menyarankan kepada Ahok untuk tidak membuang waktu menanggapi ocehan dari Haji Lulung. Sebab, kalau terus ditanggapi maka akan ada perdebatan yang panjang.   "Enggak penting untuk dapat menanggapi hal seperti itu. Kalau bisa Ahok mengerem nada bicaranya. Kadang di balik celotehnya ada substansi yang terkadang tidak diterima publik," pungkas Dosen Fisip Universitas Bengkulu itu. Editor : Dian Sukmawati