SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 EKONOMIS CIKARANG BARAT

paket umroh bulan April 2015 ekonomis cikarang barat, misalnya kamu menghajatkan haluan menunaikan ibadah di seluruh giliran ini ,alangkah baiknya andaikan awak start mengebek biro pelayaran terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 ekonomis cikarang barat ialah biro travel yang mengantongi tambo yang ramah dan bertanggungjawab sehingga Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda

paket umroh bulan April 2015 ekonomis cikarang barat


Asep Wiarsa yang berusia (38) tahun, sopir Bus PO Haryanto yang telah melarikan diri pascainsiden kecelakaan dengan kereta api telah berhasil dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (10/3) dini hari tadi. "Ditangkap di rumah pamannya di Kampung Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang," kata Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Andre Librian. Petugas lalu telah membawa pelaku ke Polsek Cikarang Barat untuk dapat diperiksa terkait dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu lalu. Statusnya saat ini juga masih sebagai saksi. "Belum ada penetapan tersangka," kata dia. Sopir itu sebelumnya telah melarikan diri. Dia dicari untuk dapat dimintai keterangan, terkait dalam peristiwa kecelakaan bus dengan kereta api di Perlintasan sebidang, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung. Bus yang ditabarak itu mengangkut sekitar 35 penumpang anak yatim dari Desa Wanasari. Bus ditabrak di bagian belakang kanan hingga terseret beberapa meter sampai berputar 90 derajat. Rencana pengajian dan santunan di kediaman putri Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pun batal. Seluruh korban luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi, dan beberapa rumah sakit swasta. Polisi telah mencatat sembilan orang mengalami luka berat. Lima dirawat di RSUD, sedangkan empat lainnya dirujuk ke rumah sakit swasta karena luka cukup parah. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi, penyebab kecelakaan itu dikarenakan sopir nekat menerobos perlintasan meski alarm sudah berbunyi.
Jalan beraspal yang kanan kirinya ditumbuhi pohon kelapa akan ditemui bila berjalan ke arah utara melewati ring road barat Yogyakarta. Melaju mengikuti arah jalan itu, anda akan sampai ke sebuah dusun bernama Mlangi, tepatnya di sebuah masjid bernama Jami' Mlangi. Sekeliling masjid itu berupa kompleks pemakaman dengan yang paling terkenal adalah makam Kyai Nur Iman. Nama Mlangi tak lepas dari sosok Kyai Nur Iman yang sebenarnya adalah kerabat Hamengku Buwono I, bernama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo. Kisahnya, Nur Iman yang sudah lama membina pesantren di Jawa Timur diberi hadiah berupa tanah oleh Hamengku Buwono I. Tanah itulah yang kemudian dinamai 'mlangi', dari kata bahasa Jawa 'mulangi' yang berarti mengajar. Dinamai demikian sebab daerah itu kemudian digunakan untuk mengajar agama Islam. Masjid Jami' Mlangi adalah bangunan paling legendaris di dusun ini karena dibangun pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760-an. Meski telah mengalami renovasi dan beberapa perubahan, arsitektur aslinya masih dapat dinikmati. Diantaranya adalah gapura masjid dan dinding sekitar masjid yang didesain seperti bangunan di daerah Kraton. Di dalam masjid yang oleh warga sekitar disebut "Masjid Gedhe" itu juga tersimpan sebuah mimbar berwarna putih yang digunakan sejak Kyai Nur Iman mengajar Islam. Makam Kyai Nur Iman dapat dijangkau dengan melewati jalan di sebelah selatan masjid atau melompati sebuah kolam kecil yang ada di sebelah tempat wudlu. Makam itu terletak di sebuah bangunan seperti rumah dan dikelilingi cungkup dari bahan kayu. Makam itu selalu ramai sepanjang tahun, terutama pada tanggal 15 Suro yang merupakan tanggal wafatnya Kyai Nur Iman dan bulan Ruwah. Hanya pada bulan ramadan saja makam itu agak sepi. Biasanya, para peziarah membaca surat-surat Al-Qur'an dengan duduk di samping atau depan cungkup makam. Berkeliling ke dusun Mlangi, anda akan menjumpai setidaknya 10 pesantren. Diantaranya, sebelah selatan masjid pesantren As-Salafiyah, sebelah timur Al-Huda, dan sebelah utara Al-Falakiyah. Pesantren As-Salafiyah merupakan yang paling tua, dibangun sejak 5 Juli 1921 oleh K.H. Masduki. Mulanya, As-Salafiyah bukanlah pesantren, hanya komunitas yang belajar agama di sebuah mushola kecil. Komunitas itu lantas berkembang menjadi pesantren karena banyak yang berminat. Meski bangunannya tak begitu besar, pesantren ini memiliki 300-an santri dan menggunakan metode mengajar yang tak kalah maju dengan sekolah umum. Keakraban penduduk dengan Islam bukan sesuatu yang dibuat-buat. Buktinya dapat dilihat dari cara berpakaian penduduk. Di Mlangi, para lelaki biasa memakai sarung, baju muslim, dan peci meski tidak hendak pergi ke masjid. Sementara hampir semua perempuan di dusun ini mengenakan jilbab di dalam maupun di luar rumah. Pengamalan ajaran Islam seolah menjadi prioritas bagi warga Mlangi. Konon, warga rela menjual harta bendanya agar bisa naik haji. Meski banyak warga punya kesibukan dalam mendalami agama Islam, tak berarti mereka tidak maju dalam hal duniawi. Dusun Mlangi sejak lama dikenal sebagai salah satu penghasil tekstil terkemuka, hanya jenis produknya saja yang berubah sesuai perkembangan jaman. Pada tahun 1920-an, usaha tenun dan batik cetak marak di kampung ini hingga tahun 1965-an. Usaha itu mulai pudar sejak batik sablon menguasai pasar dan harga kain bahan batik terus meningkat. Akhirnya, hanya tersisa beberapa pengusaha batik, diantaranya Batik Sultan agung yang juga mulai meredup akhir 1980-an. Kini, usaha yang sedang berkembang adalah celana batik, peci, jilbab, net bulutangkis, dan papan karambol. Setiap Ramadan, dusun ini selalu ramai dengan ritual ibadah yang dijalankan warganya. Mulai dari tadarus, pengajian anak-anak, dan sebagainya. Tak sedikit pula masyarakat dari luar Mlangi yang datang untuk 'wisata' agama, semacam pesantren kilat. Nah, bila anda ingin berkunjung ke Mlangi, inilah saat yang tepat. Sepanjang siang selama bulan Ramadhan, anda juga akan melihat betapa akrab anak-anak bermain petasan. Sumber : http://www.yogyes.com Baca Artikel Lainnya : WISATA ROHANI ISLAM KE LIMA DESTINASI