SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 AMAN KALIMANTAN

paket umroh bulan April 2015 aman kalimantan, semisal saudara mencita-citakan misi menunaikan kewajiban umroh di kurang lebih era ini ,alangkah baiknya untuk awak per melacak travel penerbangan umrah terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 aman kalimantan merupakan lembaga travel yang mengantongi hikayat yang tampan dan bertanggungjawab sehingga hijrah Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda

paket umroh bulan April 2015 aman kalimantan


Terletak di Timur Tengah, Mesir merupakan negara dengan dinasti tertua di dunia. Sebelum ada bangsa China dan bangsa lainnya. Peradaban Mesir telah dimulai sejak 7.000 tahun yang lalu sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa setiap jengkal tanah di Mesir menyimpan peristiwa sejarah tersendiri. "Mesir adalah negara yang sangat penting bagi tiga agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi karena memiliki sejarah ketiga agama tersebut sehingga banyak umatnya yang melakukan wisata rohani ke Mesir," ucap Alaa Elkasaas, seorang pemandu tur dari agen perjalanan Sito Tours Egypt yang ditemui VIVAlife di kantor ANTV, Jumat, 27 September 2013. Pria kelahiran Mesir yang kala itu sedang mengunjungi Jakarta untuk pertama kalinya bercerita mengenai beberapa objek wisata rohani di Mesir yang populer dikunjungi umat muslim. Elkasaas yang mahir berbahasa Indonesia karena sering memandu pelancong asal Tanah Air yang berkunjung ke Mesir juga mengatakan mayoritas objek wisata tersebut adalah masjid serta makam tokoh-tokoh Islam. Berikut lima di antaranya. 1. Masjid Imam Syafi'i Menurut Alaa Elkasaas, masjid yang satu ini banyak dikunjungi umat Islam di dunia terutama dari Indonesia karena banyak muslim Indonesia yang menganut Islam aliran Syafi'i. Masjid dengan kubah besar yang terbuat dari kayu tersebut merupakan salah satu masjid tua di Kairo. Di dalamnya terdapat makam Imam Syafi'i. 2. Benteng Salahuddin Ayyubi Di benteng ini tersimpan banyak peninggalan sejarah seperti Masjid Alabaster, Masjid Sulaiman Pasha dan Dinding Yosep. Benteng tersebut dibangun pada tahun 1183 M oleh Shalahuddin Ayubi untuk mengawasi kota Kairo dari bukit Mukattam. 3. Masjid Mohamed Ali Masjid ini sering disebut sebagai masjid pualam karena dindingnya yang memang dilapisi dengan pualam. Terletak di Benteng Salahuddin Ayyubi, masjid ini dibangun pada tahun 1830 M mengadaptasi model Ottoman dengan kubah megan setinggi 52 meter. Dua menara yang takl kalah tinggi yaitu 82 meter terletak di halamannya pun menghiasi masjid tersebut. Dari tempat ini, Anda dapat menikmati keindahan kota Kairo, Sungai Nil, bahkan piramida. 4. Masjid Al-Azhar Terletak di tengah-tengah kota Kairo, masjid yang berada di depan Universitas Al-Azhar ini adalah masjid pertama yang dibangun oleh Dinasti Fathimiyyah. Kesan pertama saat melihat Masjid Al-Azhar pastilah megah karena bangunan dan menaranya yang indah. Di sini banyak terdapat benda-benda kuno berusia ratusan tahun. 5. Masjid Al-Hussein Masjid terluas di Kairo ini juga merupakan monumen Islam sehingga banyak umat Islam dari seluruh penjuru dunia menyempatkan datang ke sini saat berkunjung ke Mesir. Masjid Al-Hussein sejak lama telah dinobatkan sebagai masjid negara. Sumber : http://life.viva.co.id Baca Artikel Lainnya : MENJELAJAHI MASJID AGUNG BRUSSEL DI BELGIA
Saco-Indonesia.com - Minggu sore pekan lalu, Gerald begitu bersemangat menangkap bola. Matanya sigap merespon lemparan bola dari pelatih. Tubuhnya sudah banjir keringat dan baju bola serba hitamnya basah. Dia berlari dengan handuk menempel di tangan menuju penjual air kemasan di luar lapangan. Hausnya sirna tersiram isi botol berkeringat uap es. Bersama rekannya, Izzan, Gerald keluar lapangan saat jam istirahat meneguk air kemasan mineral untuk menghilangkan dahaga. Saban pekan mereka berdua datang ke lapangan hoki di Senayan, Jakarta Pusat, mengikuti Sekolah Bola Tik Tak. Keduanya merupakan bekas peserta didik Liverpool Internasional Football Academy. Sejak sekolah bola Liverpool ditutup, mereka tetap berlatih di lapangan Hoki Senayan dan bergabung dengan Tik Tak. Kepala pelatih Sekolah Bola Tik Tak Yahya mengatakan Liverpool Internasional Football Academy sudah tutup sejak Agustus tahun lalu. Tidak ada alasan jelas penutupan sekolah sepakbola bertaraf internasional itu. Padahal sejak berdiri Juli 2011 peminatnya terbilang banyak. Total peserta didik saat tutup di Jakarta dan Pekanbaru sebanyak 500 orang. "Sudah tutup sejak lebaran kemarin," kata Yahya kepada merdeka.com akhir pekan lalu. Selain tutup tanpa alasan, pengelola Liverpool Internasional Football Academy juga enggan memberikan pemberitahuan kepada para peserta didik. Seorang pedagang air kemasan di Senayan mengaku disuruh berbohong oleh pihak Liverpool Internasional Football Academy terkait penutupan sekolah sepak bola itu. "Kalau ada yang tanya kita disuruh bilang pindah, padahal tutup sejak puasa tahun kemarin," ujarnya. Yahya selaku mantan kepala operasional di SSB Liverpool mengaku sejak sekolah bola waralaba Liverpool itu hadir di Indonesia banyak tawaran untuk membuka cabang di berbagai daerah. Namun sayang, baru membuka dua cabang di Jakarta dan di Pekanbaru, Riau, mereka sudah tutup. Padahal kontrak kemitraan di Indonesia sebagai waralaba berjalan lima tahun. Yahya mengaku tidak tahu alasan penutupan SSB Liverpool lantaran manajemen SSB Liverpool menolak memberi keterangan. "Kalau mau dibilang rugi kayaknya enggak. Kan kontrak waralaba itu lima tahun, ini baru satu tahun lebih sudah tutup," tutur Yahya. Kabar berkembang lantaran masing-masing pemodal asal Indonesia mengundurkan diri tanpa sebab. Untuk bisa menikmati latihan di Liverpool Internasional Football Academy biayanya tidak murah mulai dari Rp 750 ribu sampai Rp 1.6 juta. Sedangkan Sekolah Sepak Bola Internasional Arsenal mematok tarif pendaftaran Rp 500 ribu untuk usia di bawah enam tahun dan Rp 1.5 juta buat umur di bawah 16 tahun. Yahya selaku kepala pelatih di Tik Tak dan pernah melatih di SSB Arsenal dan Liverpool itu melihat sekolah sepak bola asing tidak serius mengembangkan sepak bola Indonesia. Keberadaan mereka dinilai mengambil kepentingan bisnis. "Kalau mereka serius, mereka bikin fasilitas di sini. Mulai dari lapangan milik sendiri, yang ada semua sewa," kata Yahya. Meski mereka tidak menjual pernak-pernik klub, namun keberadaan sekolah berkedok klub sepak bola internasional sangat menguntungkan. "Termasuk melebarkan nama mereka di sini." Anggota Komite Eksekutif Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia La Siya mengaku tidak mengawasi secara khusus terkait menjamurnya sekolah sepak bola bertaraf internasional. Menurut dia, kehadiran SSB asing hanya mencari keuntungan semata hal wajar. "Terpenting SSB asing itu ikut membangun perkembangan sepak bola Indonesia pada usia dini," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya. Sumber:kompas.com Editor : Maulana Lee