SUPPORT ONLINE

DIAN CAHAYA Tour & Travel
YULI HANIFAH
Email
cs.dctravel@gmail.com
Ponsel
081285585402
WhatsApp
081285585402
Facebook
447523912073881
Alamat
Jl Tebet Barat Dalam Raya No 40 B
Jakarta Selatan, 12810
DKI Jakarta - Indonesia

Paket Umroh Terbaru

PAKET UMROH BULAN APRIL 2015 AMAN CIKARANG BARAT

paket umroh bulan April 2015 aman cikarang barat, apabila sira mengkhayalkan maksud mengaktifkan kewajiban umrah di jumlah batas ini ,alangkah baiknya menurut anda sejak memilih biro penerbangan haji plus terbaik di Jakarta paket umroh bulan

paket umroh bulan April 2015 aman cikarang barat yakni lembaga travel yang memegang tambo yang indah dan bertanggungjawab sehingga penjelajahan Umroh anda lancar dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan keinginan anda

paket umroh bulan April 2015 aman cikarang barat


Ny.Suikim alias AKim yang berusia 40 tahun , yang luka parah akibat duel dengan perampok di tokonya keadaannya telah membaik dirawat. Ia masih harus menjalani perawatan intensif di RS Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang. Menurut kapolsek Ciledug Kompol Imam Santosa usai menjenguk korban, keadaan Ny.Akim semakin membaik namun masih trauma dengan kejadian yang telah dialaminya saat duel dengan perampok.”Belum bisa diperiksa karena masih trauma,” jelasnya. Sementara keadaan tersangka Irwan,26, yang luka-luka akibat bacokan di kepala dan wajahnya telah dipindahkan ke RSU Tangerang.”Keadaan tersangka juga telah membaik,” jelas kapolsek. Suami Akim, Ricky yang berusia 45 tahun , yang tewas akibat tusukan pisau oleh tersangka Irwan mayatnya masih disimpan di RSU Tangerang untuk diotopsi. Sebelumnya, toko kelontong Ricky di Jalan HOS Cokroaminoto, Kreo, Larangan, Ciledug disatroni perampok tunggal. Pelaku yang diketahui bernama Irwan itu membabi buta menyerang Ricky pakai pisau hingga 11 tusukan dan akhirnya tewas di lokasi. Mendengar teriakan suaminya, Akim berusaha membelanya. Namun ia juga diserang pelaku. Meskipun wanita ia berani melawan perampok tunggal itu pakai golok hingga pelaku terkapar kena bacok bagian kepala dan matanya. Pelaku telah berhasil ditangkap massa dan dihakimi. Pelaku mengaku punya utang hingga terpaksa merampok. Namun akibat perbuatannya juragan kelontong itu harus meregang nyawa dan meninggalkan empat anaknay yang masih kecil. Tidak hanya itu, istri korban juga luka parah.
saco-indonesia.com, Setelah sempat naik sampai menembus 230 centimeter atau siaga I pada pukul 00.20 WIB dini hari , ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor, sejak pukul 08.00 WIB pagi kembali turun. Kini ketinggian air telah menjadi 100 sentimeter dengan status siaga III, Kamis (30/01). Pasalnya, menurunnya tinggi muka air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, dikarenakan wilayah Bogor, khususnya kawasan Puncak, tidak lagi diguyur hujan seperti hari sebelumnya Rabu (29/01). "Cuaca hari ini di kawasan Puncak dan Bendung Katulampa mendung. Ketinggian air juga sudah surut 100 sentimeter dengan status siaga III," kata Kepala Pengawas Bendung Katulampa Andi Sudirman, Kamis (30/01). Meski demikian Andi juga telah mengimbau kepada warga Jakarta, khususnya yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung agar terus waspada. "Karena tidak menutup kemungkinan air akan kembali meningkat, karena cuaca mendung dan seperti akan kembali turun hujan," ungkapnya. Seperti yang telah diketahui, dikarenakan hujan tak kunjung reda sejak Rabu (29/01) dini hari hingga malam, ketinggian air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa cepat merangkak naik, dan juga sempat menembus rekor tahun 2014 ini dengan ketinggian 230 centimeter dan telah terjadi sekitar pukul 00.20 WIB dini hari, Kamis (30/01). Kenaikan itu telah terjadi hanya berselang beberapa menit, pada pukul 22.00 WIB masih 130 centimeter (siaga III), kemudian pada pukul 22.39 WIB 160 cm (siaga II) dan pukul 22.50 WIB naik ke 180 centimeter dan pukul 23.00 WIB ketinggian air 190 cm (siaga II) dan pada pukul 23.05 WIB naik kembali telah menjadi 200 cm (siaga I), dan pukul 23.27 WIB tinggi muka air menyentuh 220 centimeter (siaga I) dan terakhir puncaknya pada pukul 00.20 WIB air naik hingga 230 centimeter (siaga I). Editor : Dian Sukmawati